dalam diamku, aku menjerit
dalam ceriaku, ada sunyiku
dalam tawaku, ada tangisku
dalam tegarku, aku rapuh
dalam diamku, aku bergerak, aku berpikir, aku tak diam, tahukah engkau?
dalam turutku, aku berontak
Rabb… akankah ini semua kan ada akhirnya?
Ku selalu percaya janji-Mu kan selalu datang pada saat yang tepat
meski ku tak pernah tahu saat itu kapan datangnya
ku kan selalu sabar, meski kadang tergoda
ku kan selalu tegar, meski rapuh
ku kan selalu ceria, meski perih menyayat
Rabb… beri hamba-Mu yang dhoif ini kekuatan untuk itu yaa Rabb….
aamiin
Advertisement
February 5th, 2009 at 5:39 am
mmm,
zeni puisinya bgs
sbuah paradoks
sedih itu adalah bahagia
menurut ane
May 4th, 2011 at 10:32 am
wah, Bu Zeni puisinya bagus…
May 16th, 2011 at 5:28 am
terimakasih ina
hehe