Sadar atau tidak, sering kali kita mengkhianati keimanan qt justru pada hal-hal yang remeh temeh. yuk mari kita lihat ke dalam diri kita masing2 benarkah qt sudah sepenuhnya memepercayai Allah swt sebagai dzat yang maha segalanya? yang mampu melakukan apapun atas siapapun dan kapanpun atas kehendak-Nya?
suatu hari saya bdiskusi dengan seorang saudara, kali karena udah rada tua jadi ya gini ngomong apa aja pasti sedikit banyak ada bumbu2 soal masalah berjudul nikah. Beliau bercerita soal keinginan menikah muda salah seorang temannya yang akhirnya temannya itu mengurungkan azzam nya untuk menikah muda hanya karena melihat peliknya persoalan rumah tangga temannya yang lain, dari soal cek cok hingga cerai.
Setelah Beliau selesai bercerita, saya bertanya, “Nt percaya Allah?” yah saya coba uraikan segala unek2 yang ada di benak, bukankah Allah swt itu sesuai dengan persangkaan hamba-Nya? Knapa meragukan-Nya? Semua juga kembali ke niat qt…klo pun belum nikah, tak bolehkah yakin dengan segala keyakinan kepada-Nya? Beliau bilang, “Kan nt bilang gitu karena nt blom nikah.” Lah apa hubungannya ini soal keyakinan sodara. “Banyak ikhwan akhowat yang semangat gt awalnya.” Lanjut Blio. Uhm…sempat terbersit ketakutan dalam diri, benarkah begitu, takut tidak dapat mempertahankan keyakinan yang sedang dilatih untuk terus tegak dalam diri, mengakar kuat dalam nurani.
Ah tidak, toh selama ini Allah swt begitu baik padamu Zeni, gumamq dalam hati. Saat qt sekolah, ujian ada aja cara buat berbuat curang, mencontek misalnya, jujur sih klo nyontek pernah tapi g sering wong g berani, paling banter nanya temen hehehe :p itu kan brati selain qt g pe de dengan diri kita sendiri sama juga dengan mengkhianati janji qt untuk senantiasa yakin atas ketentuan-Nya, klo memang qt sudah berusaha keras belajar mengapa harus takut dan ragu. Bahkan pada malam2 yang dingin sudah beruntai2 berjuta doa dan asa dari mulut qt untuk sebuah harap akan kebaikan-Nya. Tapi mengapa masih juga ragu?
Mungkin qt sudah tidak lagi pergi ke dukun atau mencari wangsit di sebuah gua yang gelap di hutan belantara negeri antah berantah. Tapi qt masih saja percaya dengan hal-hal yang seharusnya tidak kita percaya. Yah bukan berarti saya sudah bebas dari itu semua… tapi berusaha ga pernah ada salahnya kan?
Bukankah baik itu relatif di mata manusia, tapi sahabat, sungguh baik di mata Allah itu pasti. Bila masih juga ragu….paksalah hatimu untuk yakin….dan teruslah seperti itu….pada saatnya keyakinan itu akan benar2 kuat tertanam dalam diri mengakar dalam nurani. Hanya qt memang harus berusaha!
G nyambung ya… sambung2in aja deh… moga ada manfaatnya… klo g ada bilang aja br di delete J
August 4th, 2011 at 8:19 am
Bu Zeniii….
Like it!