Bila Anak tak lagi punya Dunianya….

Lihat ini topiku yang baru jadi
topi kertas buatan sendiri
topi kertas seperti topi tentara
dari koran yang sudah dibaca

Ada yang ingat bait-bait lagu di atas? Kalau saya dulu nyanyi ini waktu TK sampaii SD awal-awal. Sambil membuat topi kertas dari koran karena kebetulan di rumah langganan koran. Dahulu, saya tidak pernah terfikir bahwa lagu ini sebenarnya ada isinya selain hanya lagu yang menyenangkan untuk membuat sebuah hasil karya berupa topi dan membayangkan menjadi seorang tentara.
Hingga pada suatu hari saat saya sedang berada di bus jurusan Kebumen-Jogja, ada seorang ibu muda bersama dengan anak balitanya duduk di seberang tempat duduk saya. Anaknya rewel, mungkin kepanasan, kemudian diam karena si ibu menyalakan hp dan memutar lagu keong racun yang nge-beat.
dalam hati, aduuuuh ibu ini, kok ya muternya itu lagu, yah walaupun kemudian anaknya juga diam. akan tetapi, terpikir ga sih isi lagu-lagu itu akan mempengaruhi kejiwaan si anak?
akan tetapi, bagaimana lagi, kondisinya dunia musik saat ini tidak memberikan banyak ruang untuk perkembangan musik anak-anak. Padahal lagu itu universal, kita dapat menyampaikan banyak hal dari sana. Mulai pesan moral, akhlak, agama, akidah, sampai masalah lingkungan, dsb.
sama seperti lagu di awal tulisan ini, dari sana anak akan cenderung ingin membuat topi dari koran yang sudah dibaca. Berarti kita mengajarkan kreativitas dan pelestarian lingkungan. Kreativitas, dengan membuat sesuatu sendiri dan pelestarian lingkungan dengna memanfaatkan barang bekas. Mungkin sekarang baru bisa dari koran, tapi selanjutnya ia akan terbiasa untuk dapat memanfaatkan apapun, secara tidak langsung kita juga mengajarkan ilmu bertahan hidup.
Selain itu, katak-kata “seperti topi tentara”, kita sudah mengenalkan satu profesi kepada si anak, disini imajinasi dan wawasan dapat diasah.
Lagu anak-anak bukan cuma itu, masih banyak yang lain yang sarat makna. Sayangnya banyak orang tua yang tidak memilih untuk memperdengarkan dan secara tidak langsung mengajarkan kepada anak bahwa mendengarkan lagu anak-anak itu ga gaol 😀 … bagaimana dengan Anda?

Advertisements